Bukan Pemain Tua, Inilah Sosok yang Seharusnya Dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia

Welcome to International Business College. We, the staff and faculty, are eager to provide you with practical and theoretical learning experiences that are designed to prepare you for a career in the field of study you have chosen.
Students GraduationInternational Business College enjoys a long-standing, reputable history with campuses in El Paso, Texas. IBC is the oldest post-secondary education institution in El Paso and one of the oldest private career schools in Texas.
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Luis Milla dikabarkan tertarik untuk menaturalisasi gelandang asal Belanda andalan Bali United, Nicn van der Velden. Hal tersebut tak terlepas dari penampilan ciamik VDV (nama panggilan sang pemain) di lini tengah pasukan Serdadu Tridatu

Kehadiran Van der Velden disinyalir bakal memperkuat lini tengah Timnas Indonesia sekaligus mampu menutup lubang yang ada di pasukan Garuda. Hal itu mungkin benar adanya, namun menurut penulis bukanlah suatu keputusan yang bijak jika Timnas Indonesia menaturalisasi mantan punggawa AZ Alkmaar ini. Alasannya sederhana saja, Nick kini telah berusia tua, tepatnya telah menginjakan kaki di usia 36 tahun.


Dari padaVan der Velden, ada baiknya Timnas Indonesia menaturalisasi pemain lain yang juga sama-sama berasal dari Negeri Kincir Angin. Sosok tersebut adalah Wiljan Pluim, gelandang serang milik PSM Makassar.Pluim bisa dikatakan menjadi salah satu legiun asing terbaik yang kini ada Liga Indonesia. Musim lalu, ia sukses mencatatkan 12 gol dan 9 assist.

Meski tidak memiliki kecepatan, pemain yang musim lalu namanya masuk kedalam kandidat pemain terbaik Liga 1 2017 ini memiliki kecerdasan yang luar biasa perhial mengolah bola di lapangan hijau. Ia tahu kapan harus menahan bola dan kapan harus membagi bola ke rekan seperjuangannya.


Dilansir dari football-tribe.id(04/01/2018), eks pemaian Vitesse Arnhem dan Willem II Tilburg ini membuat serangan PSM menjadi lebih hidup. Para penyerang ia manjakan dengan umpan-umpan matang, para gelandang ia bantu menguasi lini tengah, dan para bek dimudahkan untuk memberikan bola padanya.

Segala kelebihan yang ditelah dilampirkan pada paragraph diatas ditambah usianya yang masih menginjak angka 29 tahun sepertinya sudah cukup menjadi alasan mengapa idola publik Makassar ini menjadi sosok yang seharusnya dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia.


Lantas, bagaimana dengan pendapat pembaca setia Bola Liar khususnya kalian para pencinta sepak bola tanah air, setujukah jik Wiljan Pluim menjadi sosok yang seharusnya dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia? berikan pendapat kalian semua pada kolom komentar di bawah ini, terima kasih.


Sumber